Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SAMBUNG HIDUP: Driver ojek online berada di basecamp Jalan Aster, Tulungrejo, Pare Meski Berisiko, Yang Penting Cuci Tangan


SAMBUNG HIDUP: Driver ojek online berada di basecamp Jalan Aster, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare

INFOKEDIRILAGI.WEB.ID -Terlebih jika sedang bekerja. Seperti para driver ojek online (ojol). Tampak di Jalan Aster, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, mereka tengah menunggu pesanan datang.

Sekitar enam orang duduk lesehan ditemani segelas es di sebuah warung yang mereka sebut sebagai basecamp. Salah satu di antara mereka adalah Agus Setiadi. Keringat pemuda 30 tahun itu tampak merembes dari permukaan wajahnya yang bertubuh tambun.

“Di sini sudah tidak ada warung yang buka. Kecuali warung yang bermitra dengan ojol,” jelas dia.

Sebetulnya Setiadi adalah guru honorer. Dia  menjadi guru sejarah di sebuah sekolah swasta. Yakni di SMA Bastren Darul Fatihin, Desa/Kecamatan Badas. Biasanya Setiadi membagi waktu antara mengajar di sekolah dan menjadi driver ojol.

Namun sejak ada kebijakan pemerintah untuk meliburkan sekolah, Setiadi menjadi driver ojol penuh waktu. “Jadi guru honorer itu kan tergantung dari absen masuk kelasnya.

Hari itu, Setiadi menunggu pesanan di basecamp. menunggu telepon seluler (ponsel) pintarnya berdering, tanda ada yang memesan. Namun hingga pukul 11.50 gawainya tak kunjung berdering.

Setiadi mengungkapkan, sejak Pare ditetapkan sebagai zona merah pesanan terhadap ojol turun drastis.

Padahal di hari-hari biasa, Setiadi mengaku, driver yang berada di Kampung Inggris tersebut bisa mendapat penghasilan Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Itu penghasilan kotor.

“Biasanya jam segini sudah dapat segitu. Terus istirahat pulang dulu. Dilanjut lagi sore sekitar jam 14.00. Sekarang nggak bisa seperti itu Mas. Bekerja 24 jam pun kayaknya nggak mungkin ya dapat segitu,” paparnya.

Pesanan yang banyak itu berasal dari para siswa yang belajar di Kampung Inggris. Bahkan di akhir pekan para driver biasanya mendapat pesanan hingga ke Stasiun KA Kota Kediri di Balowerti.

Tak hanya Setiadi yang ponselnya sepi dengan bunyi dering pesanan. Tapi juga Viktor Andika Saputra, 33, juga driver ojol. Sehari-hari Viktor juga mangkal di basecamp yang berada di Jalan Aster tersebut.

Viktor merupakan driver ojol penuh waktu. Siang itu, dia lebih beruntung. Pasalnya, sekitar pukul 12.00 WIB sudah mendapat satu pesanan. “Sudah dapat satu order-an  ini tadi. Tapi ya masih satu. Mereka tak bisa work at home dan harus bertemu dengan berbagai orang.

Namun mereka tak punya pilihan lain. “Kalau tidak bekerja kita tidak dapat penghasilan. Meskipun korona ya mau gimana lagi, yang penting rajin cuci tangan sebelum mengantar atau sesudah mengantar order-an,” pungkas Setiadi.