Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satgas COVID- 19 Kediri: Ketertiban bermasker naik jadi 85 persen

Satgas COVID- 19 Kediri: Ketertiban bermasker naik jadi 85 persen
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Satuan Tugas Penindakan COVID- 19 Kota Kediri, Jawa Timur, menguak tingkatan ketertiban masyarakat yang memakai masker di wilayah itu naik dari tadinya 76 persen jadi 85 persen.

" Jika dari survei dini kerja sama dengan IIK Kediri( Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri), tingkatan ketertiban memakai masker 76 persen. Akhir- akhir ini dengan Perwali, bertambah jadi 85 persen. Ini lumayan efisien," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penindakan COVID- 19 Kota Kediri dokter Fauzan Adima di Kediri, Minggu.

Pemerintah sudah menghasilkan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2020 serta Peraturan Wali Kota Kediri( Perwali) No 32 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Disiplin Protokol Kesehatan bagaikan upaya penangkalan serta pengendalian COVID- 19.

Peraturan tersebut pula terus disosialisasikan. Segala elemen di Kota Kediri pula dilibatkan buat turut menyosialisasikan Perwali No 32 Tahun 2020, tercantum dari jajaran tokoh agama.

Tadinya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar pula sudah menegaskan tentang berartinya memakai masker. Sampai saat ini, vaksin masih belum dibuat massal, serta belum seluruh masyarakat memakai vaksin demi menghindari COVID- 19.

Wali Kota mengatakan virus tersebut beresiko, sehingga yang dapat dicoba demi menghindari terinfeksi virus tersebut dengan memakai masker, melindungi jarak serta giat cuci tangan.

Sedangkan itu, Kepala Polresta Kediri AKBP Miko Indrayana berkata polisi pula menunjang penuh program pemerintah buat menggiatkan pemakaian masker.

" Tingkatan pemakaian masker di Kediri menggapai 85 persen. Kami harapkan warga ingin memakai masker, ingin mematuhi protokol kesehatan yang terdapat. Ini buat kepentingan masyarakat. Kami dari Polri serta Tentara Nasional Indonesia(TNI) hendak menolong melakukan aktivitas pemkot buat menghalangi penyebaran COVID- 19, sembari menunggu penerapan vaksin yang kegiatannya dini 2021 mulai dilaksanakan," kata Kapolresta Kediri.

Dia pula meningkatkan, sampai saat ini sanksi untuk masyarakat yang tidak memakai masker masih sosial, misalnya dengan menyapu jalur. Tetapi, sanksi lebih berat, mulai diterapkan pada 28 September 2020. Cocok dengan ketentuan, tidak hanya sanksi sosial pula berbentuk duit tunai sebanyak Rp500 ribu.

Kapolresta pula berkata, tiap masyarakat yang tidak menggunakan masker telah didata, sehingga jadi pertimbangan pemberian sanksi. Sampai saat ini, terdapat kurang lebih 120 orang yang telah terdata diberikan sanksi, yang kebanyakan umur produktif.

Sampai Minggu( 6/ 9), jumlah masyarakat di Kota Kediri yang terkonfirmasi positif COVID- 19 menggapai 153 orang. Dari jumlah itu, 17 orang masih dirawat, 10 orang dipantau, 121 orang telah dinyatakan sembuh, serta 5 orang wafat dunia.